Filsafat Ilmu Pengetahuan 2

Setelah pada tulisan mengenai Filsafat Ilmu Pengetahuan 1 (FIP 1) sebelumnya, kita mempelajari definisi-definisi filsafat, ilmu, pengetahuan dan tujuan dari Filsafat Ilmu Pengetahuan. Sekarang, kita akan mempelajari sejarah tentang Filsafat Ilmu Pengetahuan sendiri. Bagian ini – dalam perkuliahan yang saya ikuti, merupakan bagian penting.

Historia docet – sejarah mengajar, belajar dari sejarah filsafat akan sangat memungkinkan kita belajar daripadanya. Secara tak langsung saya diajarkan banyaknya aliran filsafat dan logika berpikir filsafat. Beruntung kelas kami diajar Prof. Dali yang punya segudang pengalaman. Di saat kami bosan dan kehabisan pertanyaan, beliau selalu bercerita yang membuat kami terperangah dan berdecak kagum.

Semoga tulisan berikut juga berguna bagi anda, para pembaca.

**

Filsafat mulai dikenal secara tidak langsung pada zaman kuno. Secara tidak langsung disini diartikan bahwa filsafat sudah dikenal, namun belum menjadi ilmu spesifik karena belum ada individu atau kelompok yang mempelajari secara utuh. Peradaban yang mengenalnya adalah Mesopotamia, Mesir kuno dan Yunani kuno. Orang zaman kuno telah mengenal kekuatan alam : halilintar, kebakaran, banjir,dll. Takut dan menyembah alam yang memiliki kekuatan melalui mistik.

Mengenal adanya keteraturan alam dan ingin mengetahui keteraturan itu. Mereka memperhatikan benda langit bergerak, musim yang berganti secara teratur – memunculkan kalender dan astronomi. Pada saat inilah filsafat mulai ada. Tetapi pengetahuan mereka tentang keteraturan alam bercampur aduk dengan kekuatan gaib dan mistik.

Menurut Louis de Broglie, pada zaman itu gembala Chaldea di Meopotamia memperhatikan gejala di langit terutama malam hari. Dari sanalah mereka melihat benda langit bergerak secara tertaur. Selanjutnya, oleh Dennis Gabor, dari keteraturan ini layak dinyatakan melalui logika sehingga melahirkan pengetahuan baru : astronomi.

Di samping astronomi, muncul juga pengetahuan lain yang dikenal sebagai astrologi. Astrologi diketahui muncul pertama kali pada peradaban Mesopotamia. Menurut astrologi, dunia bintang-bintang adalah makrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmos. Mikrokosmos adalah refleksi dari mikrokosmos, sehingga nasib manusia dapat diramal dari gejala bintang-bintang di langit. Jam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk ramalan nasib manusia.

Alkemi juga salahsatu pengetahuan tertua yang pernah ada di bumi. Di samping ramuan bahan secara alamiah (kedokteran), muncul kepercayaan dan mistik berkenaan dengan ramuan bahan itu. Ramuan dengan kepercayaan seperti ini dikenal sebagai alkemi. Alkemi bersifat rahasia. Alkemi bertujuan untuk membuat emas dari bahan murah serta membuat obat panjang umur yang membuat manusia tidak mati. Tetapi hingga mereka hilang pada zaman modern (abad ke – 18) belum bisa menemukan ramuan pembuatan emas dari bahan murah.

Kembali kepada keteraturan alam yang ditemukan oleh manusia. Ada kepastian tentang keteraturan alam itu. Hal ini memunculkan asas determinisme universal yang dikenal hingga sekarang sebagai dasar untuk menemukan dan mengembangkan ilmu. Sebaliknya, pada tahun 1928, Heisenberg menemukan asas indeterminisme yaitu lawan dari asas determinisme universal. Asas indeterminisme merupakan bagian dari fisika atom (modern), namun hanya berlaku di fisika partikel subatomik dan dalam ukuran yang sangat kecil.

Yunani Kuno

Cendekiawan Yunani kuno meneruskan pengetahuan dari zaman kuno. Namun, cendekiawan Yunani kuno meniadakan peranan mistik dan supranatural, yang artinya mereka berusaha menggunakan nalar di dalam segala sesuatu. Sehingga dalam mengamati dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul melalui nalar. Pada zaman Yunani kuno pula, kebebasan berpikir berkembang.

Kebebasan berpikir mendorong Yunani kuno mencapai zaman emas dimana budaya berkembang ke arah kecendekiaan. Sekalipun Yunani kuno mengenal dewa dan dewi, pemikiran mereka tidak melibatkan dewa dewi tersebut. Di zaman ini lahirlah filsafat dan demokrasi yang sangat berpengaruh terhadap kebudayaan barat sampai sekarang.

Bidang pendidikan pada zaman Yunani kuno juga berkembang. Di Athena, anak dididik oleh paidagogos yakni budak yang sudah berpengalaman dan dipercaya. Pendidikan dilakukan pada waktu skhole yakni waktu senggang. Di Sparta, anak dididik secara fisik secara keras dan diasramakan seperti pendidikan militer.

Zaman sebelum Sokrates

Di antara banyak hal yang dipikirkan, di sini dipilih pemikiran yang terkenal :

  • Alam terbuat dari apa serta bagaimana bentuknya.
  • Alam tunggal atau jamak
  • Bagaimana peranan bilangan di dalam segala sesuatu

Perdebatan terkenal untuk poin pertama dimulai oleh Thales yang bertanya tentang alam terbuat dari apa dan bagaimana bentuknya. Thales sendiri berpendapat bahwa alam terbuat dari air (624 sM – 546 sM). Anaximenes  berpendapat bahwa alam terbuat dari udara (570 sM – 500 sM). Xenophanes berpendapat bahwa alam terbuat dari tanah (570 sM – 480 sM). Sedangkan menurut Herakleitos bahwa alam terbuat dari api (540 sM – 475 sM). Terakhir, menurut Empedokles (490 sM – 430 sM) alam terbuat dari keempatnya.

 

 

Zaman Sokrates

Siapa yang tidak mengenal Sokrates (470 sM – 399 sM) bagi mereka yang belajar filsafat. Sokrates, bapak filsafat adalah guru dari Plato. Metode yang terkenal adalah tanya jawab (cross examination) seputar bagaimana menjalani hidup dan mengatur diri. Sokrates cenderung pada filsafat moral melalui pertanyaan apa yang dinamakan baik, benar, adil, keberanian dan lain sebagainya.

Etika : manusia harus mencari untuk hidup bermoral terbaik. Hidup secara bijaksana dan berbuat secara rasional. Pengetahuan benar sudah ada dalam diri setiap orang sehingga perlu diangkat ke sadarannya melalui libelarisasi (pendidikan liberal). Dasar sasaran pendidikan adalah setiap orang menentukan dirinya melalui self examination dan self analysis.

Jenis pendidikan yang ada pada zaman Sokrates adalah Trivium (logika, gramatika, retorika), Quadrivium (aritmetika, geometri, musik, astronomi), Medicine dan Architecture.  Meninggal karena dihukum mati : minum racun pada 399 sM.

Plato adalah salahsatu murid Sokrates yang paling menonjol. Karena gurunya, Sokrates, tidak pernah menulis maka Plato lah yang mencatat semua yang diajarkan Sokrates ke dalam buku-bku. Plato juga memiliki perguruan di Taman Akademon bernama Akademia tahun 387 sM (asal-usul akademik) di luar kota Athena. Dan dibubarkan oleh Kaisar Justinian pada tahun 529 M.

Kegiatan Plato selama masa hidupnnya sangat banyak, salahsatunya adalah merintis teori bentuk (theory of forms). Selain itu banyak pula karya yang dibuat baik dalam bidang filsafat, epistemologi, logika, etika, hukum dan metoda dialektika. Karyanya yang paling terkenal adalah “Dialogue”. Meninggal pada tahun 347 sM.

 

 

 

 

Aristoteles adalah murid Plato. Sama dengan gurunya, Aristoteles banyak menulis karya dan memiliki perguruan di Taman Lyceum. Memberi pelajaran kepada anak didiknya dengan metode jalan-jalan (peripatetik). Karena kecerdasannya, Aristoteles pernah menjadi guru dari Alexander Agung.

Sebagai anak dokter, ia banyak menelaah alam terutama biologi dan psikologi. Walaupun murid Plato, Aristoteles tidak sepaham dengan Plato tentang bentuk (ide). Aristoteles meyakini bentuk di dalam materi, bukan sebelum materi. Ungkapan terkenal Aristoteles saat berdebat dengan Plato soal bentuk adalah “Saya menyukai (pemikiran) Plato, tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”.

Selain itu, menulis dan mengajarkan banyak karya seperti Logika di dalam Oragon (kategori, interpretasi, prior analytics, posterior analytic, topik, sophistical refutations), Filsafat Alam (meteorologi, fisika, unsur, astronomi, geografi, kimia dan biologi), Psikologi (raga, jiwa dan pikiran), Filsafat Teoritik (teologi, metafisika, dan biopsikologi), Filsafat Praktis (etika dan ilmu politik), dan Filsafat Produktif (retorika, estetika, kritik sastra).

Karya Aristoteles pun ada yang digunakan hingga sekarang kita gunakan, yakni :

  • Metode deduktif induktif
  • Silogisme
  • Kategori ; terdapat 10 kategori (substance, quantity, quality, relation, place, time, position, stater, action, dan affection)
  • Sebab-akibat ; terdapat 4 sebab (material cause, formal cause, efficient cause, dan final cause)
  • Teleologi

Dalam sejarah filsafat, zaman sesudah Sokrates ditandai dengan ditaklukannya Yunani oleh Alexander Agung (3 sM). Yunani mengalami kemunduran, namun muncul pula bermacam paham filsafat.

Sinisme

Sinisme dirintis oleh Antisthenes (murid Sokrates). Paham ini mengajarkan hidup sangat bersahaja sampai seperti hidup anjing sehingga dikatakan kvnikos (anjing) dan menjadi sinis. Yang terpenting di dalam hidup adalah membedakan nilai yang benar dari yang palsu dan lain hal menjadi tidak penting.

Skeptisme

Dirintis oleh Pyrrho (365-270 sM). Paham ini beranggapan bahwa setiap argumen dan pembuktian berdasarkan pada premis yang belum terbukti. Demikian selanjutnya sehingga tidak ada kepastian mutlak. Salahsatu penerus paham skeptisme adalah Arkesilaus dan Karneades. Arkesilaus terkenal dengan metoda Arkesilaus : menguraikan argumen dari dua sisi sama kuat mematahkan semua argumen muridnya. Sedangkan Karneades adalah seorang yang jago dalam debat dan pernah membuat kegemparan di kota Roma.

Epikurianisme

Dirintis oleh Epikuros yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari rasa takut (takut mati dan takut hidup). Motto paham ini adalah “Hiduplah tanpa dikenal.”. Paham ini mengajarkan bahwa segala yang baik dan bahagia di dalam hidup ini menjadi tujuan. Mencari kesenangan sejati dan menghindari kekerasan dan ketidakpastian.

Stoisisme

Dirintis oleh Zeno dari Citium. Inti dari paham ini adalah tidak ada otoritas yang lebih tinggi daripada nalar. Dunia adalah apa yang dihadirkan secara nalar kepada manusia sebagai satu-satunya sehingga alam teratur menurut prinsip yang dipahami secara rasional. Stoisisme sendiri punya penganut yang cukup luas dari budak (epitectus) sampai kaisar Romawi, Marcus Aurelius.

Zaman Romawi

Kekaisaran Romawi menjadi besar pada abad 1 sM oleh Julius Caesar dan mencapai puncak kejayaan saat diperintah oleh Caesar Augustus, pengganti Julius. Kekaisaran Romawi berpusat di kota Roma dengan wilayah kekuasaan meliputi Eropa, Asia Barat hingga Afrika Utara. Romawi terpecah. Romawi Barat runtuh karena diserbu oleh penyerang dari utara : Goth, Visigoth dan Vandals. Sedangkan Romawi Timur atau Byzantium bertahan sampai tahun 1475.

Romawi adalah salahsatu kekaisaran besar yang mempunyai kebudayaan yang hebat. Selain menaklukan berbagai kerajaan lain, membuat peralatan perang dan mendirikan bangunan berskala besar, Romawi maju karena hukum dan pemerintahannya. Tetapi permasalahn filsafat tidak terlalu berkembang dan diserahkan kepada orang Yunani. Sumbangan bangsa Romawi kepada dunia mencakup : kalender, aksara latin dan hukum sipil.

Khususnya hukum sipil, Romawi memberi pengaruh terhadap negara-negara sekarang ini. Seperti Inggris dan Amerika Serikat yang menganut common law. Indonesia sendiri juga salahsatu negara yang menganut hukum sipil (civil law).

Perkembangan kelompok alkemi juga masih berlanjut di zaman Romawi. Salahsatunya adalah pengembangan pengetahuan alkemi dengan astrologi. Untuk masalah emas, para alkemis juga belum berhasil membuat emas.

Orang Romawi sendiri mulai mempelajari filsafat 200 sM dan menerjemahkannya dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Beberapa filsuf Romawi yang terkenal adalah Lucretius (paham Epikurean), Cicero (Skeptik) dan Seneca (Stoik). Sedangkan menjelang akhir zaman Romawi muncul St. Agustine dan St. Ambrose yang memadukan filsafat dengan agama.

Filsafat stoisisme dan skeptisme bertahan pada zaman Romawi. Pada zaman ini pula muncul paham Neo-Plato dan agama Nasrani berkembang. Tokoh Nasrani yang terkenal adalah Agustinus yang memadukan filsafat dengan agama. Pada tahun 529, Kaisar Justinian I menjadikan agama nasrani sebagai agama resmi. Dan semua lembaga non-Nasrani, termasuk perguruan Akademia dibubarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s