Bagian 1 : Perencanaan Bandara

“Sebelum mempelajari suatu ilmu, dalam hal ini perencanaan bandar udara. Ada baiknya kita harus mempelajari atau setidaknya mengetahui beberapa aturan mengenai perencanaan tersebut…”

Itulah kalimat pertama yang saya dengar lewat dosen mata kuliah tersebut. Hal ini tentu menjadi perhatian saya. Mengingat bahwa banyak sekali mata kuliah, baik ilmu teknik maupun non-teknik yang dalam pengajarannya langsung kepada konsep. Ini adalah nilai kurang dari sistem pengajaran kita. Oleh karena itu ada baiknya saya menuliskan pengertian Bandar Udara dari peraturan.

Menurut PP Menteri Perhubungan No. 11 Tahun 2010 pasal 1 ayat 1 menyebutkan pengertian dari Pelabuhan Udara, yaitu “Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya, yang terdiri atas bandar udara umum dan bandar udara khusus yang selanjutnya bandar udara umum disebut dengan Bandar Udara.

(download PP Menteri Perhubungan No.11 Tahun 2010, klik di sini.)

(download Peraturan DirJen Perhubungan Udara No. SKEP/77/VI/2005 tentang Persayaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara, klik disini.)

Standar Bandar Udara :

  1. ICAO (International Civil Aviation Organization) PBB.
  2. FAA (Federal Aviation Asosiation) USA.

Tipe pesawat terbang

Setiap Bandara yang sering kita lihat. Banyak sekali tipe pesawat terbang yang take off maupun landing. Perlu pembaca ketahui bahwa sebenarnya tipe pesawat terbang inilah yang menentukan perencanaan Bandara yang akan kita buat. Baik dari perencanaan dari segi geometric, geoteknis dan lainnya seperti perencanaan wajib Bandara yang meliputi rynway, taxiway dan apron. Intinya adalah setiap kita melakukan perencanaan Bandara, maka kita harus menentukan dahulu tipe pesawat terbang apa yang akan kita ambil untuk bisa dipergunakan di Bandara tersebut. Hal ini juga tidak terlepas dari studi kelayakan yang kita lakukan.

Yang paling banyak diminati adalah jenis Boeing dan Airbus. Untuk perintis biasa menggunakan pesawat-pesawat kecil yang berkapasitas 10-35 penumpang.

Jenis-jenis pesawat terbang bisa ditinjau dari beberapa hal, yakni :

  • Ditinjau dari kegunaannya
  • Ditinjau dari jumlah wing
  • Ditinjau dari bentuk wing
  • Ditinjau dari bentuk stabilizer
  • Ditinjau dari alat pendaratannya
  • Ditinjau dari jumlah mesin

Karakteristik pesawat terbang

Menurut Sartono (1992) karakteristik pesawat terbang yang berhubungan dengan perancangan lapis keras bandara antara lain:

  • Beban pesawat
  • Konfigurasi roda pendaratan utama pesawat

. Beban Pesawat

Beban pesawat diperlukan untuk menentukan tebal lapis keras Landing Movement yang dibutuhkan. Beberapa jenis beban pesawat yang berhubungan dengan pengoperasian pesawat antara lain:

  1. Berat kosong operasi (Operating Weight Empty = OWE); adalah Beban utama pesawat, termasuk awak pesawat dan konfigurasi roda pesawat tetapi tidak termasuk muatan (payload) dan bahan bakar.
  2. Muatan (Payload);  adalah beban pesawat yang diperbolehkan untuk diangkut oleh pesawat sesuai dengan persyaratan angkut pesawat. Biasanya beban muatan menghasilkan pendapatan (beban yang dikenai biaya). Secara teoritis beban maksimum ini merupakan perbedaan antara berat bahan bakar kosong dan berat operasi kosong.
  3. Berat bahan bakar kosong (Zero Fuel Weight = ZFW);  adalah beban maksirnum yang terdiri dan berat operasi kosong, beban penumpang dan barang.
  4. Berat Ramp maksimum (Maximum Ramp Weight = MRW);  adalah beban maksimum untuk melakukan gerakan, atau berjalan dari parkir pesawat ke pangkal landas pacu. Selama melakukan gerakan ini, maka akan terjadi pembakaran bahan bakar sehingga pesawat akan kehilangan berat.
  5. Berat maksimum lepas landas (Maximum Take Off Weight = MTOW);  adalah beban maksimum pada awal lepas landas sesuai dengan bobot pesawat dan persyaratan kelayakan penerbangan. Beban ini meliputi berat
  6. Berat maksimum pendaratan (Maximum Landing Weight = MLW); adalah beban rnaksimum pada saat roda pesawat menyentuh lapis keras (mendarat) sesuai dengan bobot pesawat dan persyaratan kelayakan penerbangan.

Karakteristik perencanaan Bandar Udara :

  1. ARFL (Aeroplane Reference Field Length);
  2. ARC (Aerodrome Reference Code):
  3. Wingspan;
  4. OMGWS (Outer Main Gear Wheel Span);
  5. Fuselage Length;
  6. Wheel Base;
  7. Berat pesawat;
  8. Keperluan bahan bakar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s