Elemen-elemen “dalam” Rumah

1.Aktivitas Rumah dapat dikatakan sehat jika setiap aktivitas anggota rumah dapat dipenuhi secara layak. Mulai dari tidur, makan, masak, mandi sampai hal yang paling kecil termasuk duduk melongo di depan TV atau BBM-an sama teman. Untuk BBM-an perlu disediakan ruang yang cukup besar menurut saya. Itu adalah akibat dari tangan yang tidak bisa lepas dari BlackBerry, kaki yang tadinya diam menjadi sering bergerak kesana kemari, berjalan-jalan sampai ke tengah jalan.

Idealnya, WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia mensyaratkan 10m2 untuk setiap anggota rumah. Sedangkan pemerintah mensyaratkan 9m2 dengan ambang batas 7,2m2. Kosan gue sendiri luasannya sekitar 2,5m X 4,5m, termasuk didalamnya ada dapur dan kamar mandi (2,5m X 4,5m = 11,25m2). Teman-teman gue percaya bahwa gue adalah orang kaya yang eksklusif banget sampai pada akhirnya mereka mendapatkan bahwa isi kamar tersebut bukan cuma gue, tapi ditambah dua orang yang nggak jelas asal-usulnya plus satu gajah bengkak yang kalo tidur suka guling-guling ke segala arah. Dan gue yakin beberapa diantara yang baca artikel ini pun ada yang sama nasibnya kayak gue.

Kenyataan yang ada itulah membuktikan bahwa survey beberapa waktu lalu tentang perumahan di Indonesia yang menyimpulkan bahwa di Indonesia, ruang-ruang dalam rumah rata-rata tidak lebih dari 3m2. Tapi gue balik lagi ke prinsip khas Jawa, yaitu “makan nggak makan, yang penting ngumpul”.

2.Konstruksi Struktur konstruksi yang didirikan harus sesuai dengan persyaratan yang ada, baik dalam masa pendirian, perawatam hingga masa layan bangunan tersebut. Biasanya kalau mendirikan bangunan dari sisi konstruksi, engineer selalu berpegang teguh pada kitab wajib alias SNI. Dari sinilah didapatkan persyaratan apakah bangunan tersebut dapat menopang beban yang bekerja, baik beban mati, hidup, angin, dan gempa.

Jika di masa mendatang anda berminat menambah ruang-ruang dengan ditingkat, ada baiknya untuk membuat konstruksi dengan pondasi dan kolom maupun bagian struktur yang lebih kuat agar terhindar dari penambahan biaya akibat harus membongkar konstruksi yang sudah ada.

3.Lingkungan Rumah Kebanyakan dari kita menginginkan lingkungan yang bersih, aman, tetangganya yang ramah-tamah, termasuk anak atau pembantunya yang…yah, minimal enak dipandang matalah. Tapi tidak sedikit pula yang menemukan letak lahan yang kurang strategis atau merugikan kesehatan. Contohnya rumah temen gue yang sekarang tinggal di Cirebon. Dari rumahnya, jika kita berjalan 100 meter ke arah timur tenggara berdirilah sebuah Sutet lengkap dengan kawat bertegangan tinggi. Kebayang kalo teman gue lagi main layangan, layangannya nggak sengaja nyangkut di kabel. Kira-kira temen gue bakalan mati nggak ya?. Nah, jika kita berjalan 20 meter ke arah barat laut, ada jalan khusus alias rel buat kereta api. Tiap jam pasti ada 4-5 kereta yang lewat, tergantung prakiraan cuaca pada hari itu. Di sebelahnya ada studio musik yang dari pagi sampai malem nyala terus kayak stasiun radio. Mending lagu yang dimainin enak-enak semua, walaupun perpektif orang berbeda-beda.

Tapi semua itu nggak berarti saat kita berjalan beberapa gang setelah itu berdiri sekolah swasta yang katanya murid-murid perempuan disana lumayan cantik. Alhasil sekarang dia pacaran dengan salahdua cewek disana (gue nggak tau dia nambah apa nggak-red). “Sutet dan kereta itu nggak penting gus, yang penting itu cinta”, ungkapnya. Kenang gue sembari menulis artikel ini, geleng-geleng kepala karena dengan bego-nya gue mengiyakan kalimat sakral dia waktu itu.

4.Penghawaan Penghawaan alami juga perlu diperhatikan dalam sebuah desain rumah sehat. Agar proses pertukaran udara kotor dan bersih lancar. Bayangkan jika kita bangun di pagi hari, namun udara yang kita hirup buruk akibat penghawaan yang buruk pula. Awal yang buruk untuk hari yang baik, bukan sesuatu yang kita impikan. Penghawaan yang baik juga dapat menunjang umur perabotan dan fasilitas rumah dari udara lembab yang dapat merusak hal-hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s