Artikel Khusus SCC

Peningkatan kekuatan beton dan inovasi teknologi konstruksi adalah dua hal yang berbeda. Namun mempunyai kaitan sangat erat dalam pengaplikasiannya. Peningkatan kekuatan beton di dunia sudah mencapai titik yang menakjubkan. Sejak lebih dari 20 tahun yang lalu beton mutu tinggi telah dibuat di negara-negara maju berkisar antara 50 MPa sampai dengan 160 Mpa. Di Indonesia beton mutu tinggi yang telah dicapain secara maksimum sudah jauh berkembang yakni ± 120 Mpa.

Inovasi yang timbul akibat kebutuhan dan penyelesaian masalah terus berkembang. Berbagai inovasi diciptakan sebagai daya kreativitas dan kemampuan analisis para ahli sipil dalam mewujudkan suatu konstruksi yang berpedoman pada biaya, mutu, waktu serta faktor keamanan. Beton ringan maupun beton yang dapat memadatkan sendiri seperti yang akan diteliti pada makalah ini adalah beberapa contoh dari inovasi-inovasi yang telah rampung.

Jadi dapat dibayangkan pada zaman yang semakin modern dan maju. Permintaan akan suatu bahan dasar konstruksi, dalam hal ini adalah beton, bukan hanya mempunyai kekuatan tekan serta tarik (beton bertulang merupakan salahsatu inovasi-red), beton juga diharapkan memiliki inoivasi-inovasi yang mempertimbangkan nilai efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan konstruksi. Sehingga pencapaian perkembangan teknologi konstruksi beton akan terus berkembang lebih dan lebih baik lagi.

Yang perlu diketahui dari para pembaca sekalian bahwa artikel ini diambil dari inti makalah yang saya buat untuk mengikuti Lomba Beton Nasional 2010. Saya melakukan beberapa riset meski dalam keterbatasan anggaran dan waktu namun saya memperoleh wawasan dan pengetahuan yang luar biasa. Semoga tulisan ini bermanfaat dan khusus kepada momonguk yang meminta artikel tentang SCC diterbitkan di wordpress milik saya. Terimakasih.

Campuran SCC yang lebih cair ketimbang beton normal

 

Beton adalah salahsatu bagian penting dalam pembangunan konstruksi saat ini yang terdiri dari 4 bahan dasar, yaitu pasta, agregat kasar, agregat halus dan air. Beton banyak dipakai dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat, perumahan, dan bendungan karena mempunyai kuat tekan yang cukup tinggi. Namun cenderung memiliki kekuatan tarik yang rendah.

Untuk membuat beton yang mempunyai kekuatan yang tinggi, diperlukan komposisi yang baik dan benar dalam artian sesuai dengan ketentuan-ketentuan bahan yang berlaku serta komposisi yang seimbang satu sama lain.

Beton sendiri terbagi atas beberapa klasifikasi. Klasifikasi beton menurut kekuatannya terdiri dari beton mutu normal yang berkekuatan 200-500 kg/cm2, beton mutu normal yang berkekuatan 500-800 kg/cm2 dan beton mutu sangat tinggi yang berkekuatan lebih dari 800 kg/cm2. Mengingat masih belum banyak pembuatan beton mutu tinggi di Indonesia. Tulisan ini juga ditujukan agar para pembaca tergugah untuk membuat penelitian dan riset tentang beton mutu tinggi. Serta menciptakan beton mutu tinggi karya anak bangsa.

Melihat ada beberapa masalah dan kendala dalam hal pembuatan beton mutu tinggi, baik dalam hal waktu, kualitas dan dana. Inovasi baru yakni self compacting concrete menjadi jalan keluar bagi masalah-masalah tersebut. Pembuatan beton mutu tinggi yang cenderung lebih padat daripada beton mutu normal memerlukan vibrator untuk memadatkan binder beton tersebut. Selain memakan biaya dan waktu, penggunaan vibrator menciptakan polusi suara di sekitar wilayah pembangunan konstruksi. Penggunaan vibrator juga merugikan para pekerja, pengaruhnya pada tangan si pemakai vibrator akan mengalami gangguan seperti mati rasa secara tiba-tiba. Tentu hal ini akan mengganggu proses kontruksi dan menimbulkan kerugian baik dalam biaya maupun waktu konstruksi.

Jadi melihat hal tersebut. Kombinasi antara beton mutu tinggi dan inovasi self compacting concrete disatukan.

Self compacting concrete sendiri merupakan jenis beton yang dapat memadat sendiri tanpa adanya bantuan vibrator. Bentuknya lebih cair ketimbang beton normal. Jika pembuatan beton mutu normal memerlukan bahab-bahan dasar sebagai bahan campuran beton. Maka beton mutu tinggi self compacting concrete memerlukan bahan tambahan, baik mineral dan kimia.

Bahan-bahan utama dan tambahan

Sebagai filler dapat digunakan mikrosilika. Bahan tambahan kimia berupa water reducer atau biasa kita sebut superpalstisizer. Jenisnya pun bermacam-macam. Detailnya akan dijelaskan pada bab berikutnya.

SCC adalah beton yang mempunyai keistimewaan yang dapat memadatkan sendiri tanpa bantuan vibrator. Tantangan yang dihadapi lebih sulit karena membutuhkan kreativitas para ahli sipil.

Walaupun bersifat lebih cair, akibat sifatnya juga yang dapat memadatkan sendiri (self compacting). SCC mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada beton normal pada umunya. Industri pre-cast Indonesia sendiri, membutuhkan varian beton dengan karakteristik kekuatan awal yang besar untuk mengoptimalkan waktu dan kapasitas produksi.

One response to “Artikel Khusus SCC

  1. minta ijin tulisan anda untuk menambah referensi belajar menuangkan pengalaman menulis blog, sebagai pelengkap dari produck knowledge beberapa perusahaan chemicals construction.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s