Menulis dan Menulis

Menulis adalah pekerjaan pokok bagi semua orang, terlebih orang yang terjun ke dunia pendidikan dan membuat penelitian untuk kemajuan hidupnya. Karena derajat seorang ahli diukur bukan dari banyaknya penelitian yang dia buat. Namun lebih mengarah kepada mutu penelitian, karya tulis yang ia buat.

Materi yang saya buat kali ini adalah pembahasan mengenai pembuatan karya tulis. Baik untuk paper, artikel, skripsi atau bahkan tesis. Disamping untuk menambah pengetahuan saya dan para pembaca, penulisan materi ini sendiri merupakan permintaan dari teman-teman mahasiswa dan mahasiswi yang tidak jarang bingung dan bertanya bagaimana sistematika atau cara pembuatan suatu laporan atau paper yang biasa mereka kerjakan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen.

Keterkaitan antar semua komponen dalam karya tulis menunjukkan bahwa pembuatan sebuah karya tulis harus koheren agar terlihat mengesankan. Materi ini memberikan langkah-langkah bagaimana membuat karya tulis yang koheren. Mengapa penulisan secara koheren penting ? Karena tulisan adalah salahsatu media kita untuk berkomunikasi. Secara tidak langsung, baik atau tidaknya tulisan yang kita buat akan menggambarkan siapa sesungguhnya diri kita.

Nah, jadi saya berpikir agar mereka tidak kesulitan mencari literatur tertentu atau membaca buku yang menciutkan nyali karena ukurannya yang tebal. Maka saya buat materi ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

Namun sebelum masuk saya akan sedikit membahas apa itu penelitian dan karya tulis.

David H Penny menyatakan bahwa penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Sedangkan Sutrisno Hadi, sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Jadi teman-teman pembaca juga sudah bisa mengira-ngira penelitian melalui pendekatan dua orang ahli seperti di atas.

Lalu apa yang dimaksud dengan karya tulis ? Karya tulis yang memiliki karakteristik keilmuan dan memenuhi syarat keilmuan, yakni isi kajian berada pada lingkup pengetahuan ilmiah, menggunakan metode berpikir ilmiah, sosok tulisan keilmuan. Tujuannya adalah untuk menyajikan sebuah penelitian ke dalam suatu tulisan yang nanti menjadi bahan pertanggungjawaban atas peneliian yang kita buat.

Tahapan-tahapan dalam persiapan pembuatan karya tulis imiah

Menentukan topik yang akan kita angkat untuk karya tulis yang akan kita buat

Seringkali kita bertanya-tanya akan topik seperti apa yang akan kita angkat. Kita terkadang bingung untuk menentukan topik karena ingin karya tulis yang kita buat terlihat bagus di mata orang lain. Ada beberapa poin yang dapat membantu anda untuk menentukan topik, yaitu :

  1. Tentukanlah topik pembahasan yang sederhana. Mengapa ? Karena nanti pada tahap kedua akan muncul masalah-masalah yang lebih rumit. Dikhawatirkan jika kita memilih topik pembahasan yang kurang sederhana akan cenderung mempersulit kita menyelesaikan karya tulis yang terkadang menyita waktu. Terkecuali bagi mereka yang sedang menyusun skripsi atau tesis.
  2. Carilah topik yang baik, bukan menarik. Banyak dari teman-teman mahasiswa saya mengangkat tema yang sepele dan mendalam. Yang harus dicatat di sini adalah kita harus mengetahui kepada siapa kita akan memberikan karya tulis kita. Jika ingin karya tulis anda menarik, carilah permasalahan yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan atau masalah yang telah lama dipublikasikan yang nanti kita akan diangkat kembali. Seperi masalah yang dihadapi para nelayan Indonesia yang sekarang tenggelam tak seperti beberapa tahun yang lalu.
  3. Yang terakhir adalah meminta saran kepada orang lain untuk pertimbangan kita menentukan topik pembicaraan.

Mencari literatur atau studi kepustakaan

Setelah kita menentukan topik apa yang akan kita angkat, selanjutnya adalah mencari lieratur yang berhubungan langsung dengan topik pembahasan. Literatur bisa kita cari di perpustakaan atau internet. Namun kita jangan asal mencari sebuah literatur. Khususnya dari internet. Cari dari referensi tertentu yang sudah cukup dikenal. Atau dari buku-buku yang menjadi panutan masalah tersebut. Contohnya jika kita mengambil masalah tentang geoteknik. Kita bisa mencari literatur dengan pengarang Braja M. Das. Atau jika kita mengangkat masalah sosial kita bisa berkiblat kepada Ibn Khaldun, Aristoteles, Plato , dan Da Vinci.

Saran orang lain seperti pada tahapan pertama poin ketiga juga dapat jadi jalan keluar ketika kita tidak menemukan literatur yang dicari.Alangkah baiknya jika kita tidak ingin membuang waktu, kita bisa mencari lewat jurnal-jurnal yang banyak ditulis para ahli dan para wartawan. Biasanya dalam jurnal-jurnal tersebut terdapat permasalahan yang inti.

Setelah kita menemukan berbagai pustaka yang sesuai dengan topik yang akan diangkat. Kita bisa merangkum literatur-literatur tersebut, Tujuannya adalah merapihkan literatur-literatur tersebut. Agar bisa dikerjakan lebih mudah dan efisien. Hal ini juga ditujukan supaya nanti pada saat menulis daftar pustaka, kita dapat langsung meng-copy informasi. Yang perlu diperhatikan setelah mendapat literatur adalah menulis anotasi pustaka, yakni :

  1. Nama pengarang, tahun terbit, judul buku/tulisan, nama penerbit, kota penerbit, edisi keberapa. Bila ada kutipan dicantumkan nomor halaman.
  2. Khusus jurnal yang perlu dicatat adalah nama pengarang, tahun terbit, judul karangan. Nama jurnal, nomor, volume, dan nomor halaman harus dituliskan lengkap dan benar. Hal ini penting mengingat kita perlu mempertanggung-jawabkan karya tulis yang telah kita buat.

Membuat rumusan masalah

Tahapan ketiga dari persiapan pembuatan karya tulis adalah membuat rumusan masalah yang akan dikemukakan dalam karya tulis yang akan kita buat. Merumuskan masalah penelitian akan lebih baik hasilnya jika dilandasi dengan literatur yang mencukupi. Terkadang pada saat kita mencari literatur khususnya dari jurnal, banyak sekali masalah tentang topik yang kita angkat. Tanpa literatur yang memadai, masalah khusus yang akan diangkat cenderung berdasarkan logika dan akal sehat. Sehingga jika kita dilihat oleh, misalnya para juri, permasalahan akan terlihat dangkal dan tidak mempunyai konteks.

Sebelum permasalahan dipaparkan ada baiknya kita membuat gambaran (konteks) yang menjawab pertanyaan mengapa permasalahan ini harus diangkat. Mulai dari latar belakang sampai timbulnya permasalahan. Perumusan permasalahan yang dirunut dari berbagai masalah yang ada serta bukti-bukti pustaka mengarah pada kesimpulan akan perlunya dilakukan penelitian unuk memecahkan masalah.

Membuat rumusan hipotesis

Hipotesis dibuat berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, baik yang berkenaan langsung dengan pokok permasalahan atau mendukung bahkan menyinggung permasalahan yang kita kemukakan serta hasil penelitian yang diharapkan. Dalam merumuskan hipotesis ini kita dituntut untuk terbuka karena informasi yang kita buat nanti akan dilihat oleh masyarakat umum. Karena itu kita harus bisa membuat hipotesis yang baik. Hipotesis yang baik itu adalah :

  1. Mengungkapkan dua variabel atau lebih.
  2. Bebas dari arti ganda.
  3. Berimplikasi tes empirik.

Membuat analisis dengan hasil akhir yang diharapkan

Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dicantumkan dalam proposal. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki, menambah, dan mengurangi variabel yang akan dikumpulkan selama penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dan membantu pengumpulan data secara optimal.

Jadi memaksimalisasi waktu yang berbanding lurus dengan hasil serta tahapan-tahapan yang dijalankan. Cara kita mempersiapkan (metode) agar kita mencapai efisiensi dan efekifitas pekerjaan akan sangat mempengaruhi hasil yang akan kita capai.

Yang sering kita lakukan adalah langsung membuat pokok masalah tanpa mencari literatur yang memadai. Mengambil judul yang menarik agar pembaca terkesan. Membuat pembahasan seolah-olah rumit dan mendalam tetapi sebenarnya yang terjadi adalah pokok permasalahan yang dangkal. Karena menulis itu ada aturan dan kaidahnya. Agar kita tidak ditertawakan dan dicemooh dengan karya tulis kita.

Demikianlah beberapa tahapan pembuatan suatu karya tulis. Selanjutnya saya juga akan memposting materi yang berkenaan dengan materi ini yang nantinya akan menjadi kelanjutan dari materi ini, yakni tentang ‘Kerangka Karya Tulis’. Terimakasih. Maaf jika ada kesalahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s